Mengingat bahwa penyebab pasti autism belum diketahui dan sifatnya yang sangat individu maka penanganan anak autism tidak diarahkan untuk "menumpas" sumber masalah. Penanganan anak autism ditujukan untuk "mengejar" keterlambatan perkembangan yang dialaminya, agar sesuai dengan perkembangan anak-anak lain seusianya.
Deteksi dan Intervensi Dini pada anak autism memang sangat penting. Semakin cepat anak diketahui menyangdang autism dan semakin cepat berbagai upaya yang tepat dilakukan akan membantu perkembangan anak. Keterlambatan intervensi atau penanganan akan membuat anak memerlukan waktu yang lebih panjang untuk mengejar ketertinggalannya.
Usia balita merupakan saat paling tepat memberikan penanganan pada kasus anak autism karena masa balita adalah masa awal untuk mempelajari sesuatu. Dengan Intervensi diri secara intensif dan optimal, diharapkan anak bisa memperoleh manfaat terbesar dari penanganan yang dilakukan. Penanganan anak autism biasanya berbentuk terapi.
Selain itu, anak-anak di bawah usia 3 tahun masih memiliki otak yang bersifat plastis. Sel-sel otak berkembang sedemikian pesat sehingga ketika ada gangguan pada salah satu bagian diharapkan masih dapat tergantikan dengan sel-sel baru. Walaupun masih terus diteliti, namun diyakini bahwa anak penyandang autism memiliki gangguan pada bagian otaknya. Sisinilah terapi berperan sebagai stimulasibagi perkembangan fungsi sel-sel otak tersebut.
Nakita. (2002). Menangani Anak Autism. Jakarta: Gramedia.
Jumat, 08 November 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

seneng sama templatenya, rapih enak dibaca. artikelnya bermanfaat banget.
BalasHapusiya bener , bentuk blognya bagus , menarik . tatanan halamannya juga berbeda dengan yang lain :)
BalasHapus