Penelitian mengenai autisme pertama kali diprakarsai oleh seorang psikater asal Amerika Serikat,Leo Kanner, di tahun 1943. Melalui makalah risetnya yang berjudul "Autistic Disturbances of Affective Contact", Kanner mendiagnosa sebelas orang anak yang memiliki gangguan yang sama dan mendeskripsikannya sebagai "autisme". Pada masa itu, anak-anak penderita autisme dianggap sebagai anak yang bodoh dan terbelakang bukan sebagai anak yang mengalami gangguan perkembangan.
Hasil penelitian yang dilakukan Kanner ini kemudian menjadi titik tolak
perkembangan penelitian autisme serta perubahan pandangan masyarakat
terhadap anak-anak yang menderita autisme.
Tahun 1960 penanganan anak dengan autisme secara umum didasarkan pada model psikodinamika, menawarkan harapan akan pemulihan melalui experiential manipulations
(Rimland, 1964). Namun demikian model psikodinamika dianggap tidak
cukup efektif. Pada pertengahan tahun 1960-an, terdapat sejumlah laporan
penelitian bahwa pelaku psikodinamik tidak dapat memberikan apa yang
mereka janjikan (Lovaas, 1987). Melalui berbagai literatur, dapat
disebutkan beberapa ahli yang memiliki perbedaan filosofis,
variasi-variasi treatment dan target-target khusus lainnya, seperti:
- Rimland (1964): Meneliti karakteristik orang tua yang memiliki anak dengan autisme, seperti: pekerja keras, pintar, obsesif, rutin dan detail. Ia juga meneliti penyebab autisme yang menurutnya mengarah pada faktor biologis..
- Bettelheim (1967): Ide penyebab autisme adalah adanya penolakan dari orang tua. Infantile Autism disebabkan harapan orang tua untuk tidak memiliki anak, karena pada saat itu psikoterapi yang sangat berpengaruh, maka ia menginstitusionalkan 46 anak dengan autistime untuk keluar dari stress berat. Namun tidak dilaporkan secara detail kelanjutan dari hasil pekerjaannya tersebut.
- Delacato (1974): Autisme disebabkan oleh Brain injured. Sebagai seorang Fisioterapi maka Delacato memberikan treatment yang bersifat sensoris. Pengaruh ini kemudian berkembang pada Doman yang dikemudian hari mengembangkan metode Glen Doman.
- Lovaas (1987): Mengaplikasikan teori Skinne dan menerapkan Behavior Modification kepada anak-anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan autistisme di dalamnya. Ia membuat program-program intervensi bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang dilakukannya di UCLA. Dari hasil program-program Lovaas, anak-anak dengan autisme mendapatkan program modifikasi perilaku yang kemudian berkembang secara professional dalam jurnal-jurnal psikologi.

artikelnya bagus. . .tingkatkan
BalasHapusisi blognya sudah cukup bagus, lanjutkan dan tingkatkan.
BalasHapus